ImunoModulator

Paradigma Konsep Kesehatan  : ImunoModulator

Pengertian Imunnomudulator mungkin sudah lama kita kenal, apalagi jika anda bergerak di dunia kesehatan.
dari kata penyusunnya terdiri dari imun dan modulator dapat kita tarik pengertian yang mudah kita pahami. Imun berarti kebal dan modulator berarti pengubah dari kata "modulasi" yang berperan sebagai subjek.
jadi immunomodulator dalam arti mudahnya bisa diartikan siperubah sistem kekebalan tubuh tentu saja.

Selama ini kita banyak mengenal obat atau multivitamin yang mengandung zat yang dikatakan sebagai imunomodulator meski sebenarnya ini bukanlah obat. namun karena diberikan pada orang sakit dan sembuh, orang awam mengenalnya sebagai obat yang berarti mengobati.

Lalu apa hubungannya antara kekebalan tubuh (imun) dengan penyakit?
Seperti definisi kebal senjata berarti tidak mempan senjata, kebal hukum berarti tidak bisa terkena kasus hukum maka imun dalam tubuh kita bertugas menjaga kita agar tidak jatuh sakit, tentu saja imun dalam tubuh kita tidak berdiri sendiri melainkan ada beberapa bagian yang kesemuanya bekerja sama dalam satu rangkaian yang bernama sistem kekebalan tubuh.
                                                                                          Tobe Continue............

Pencegahan Standar Terhadap Infeksi

Pencegahan Standar Terhadap Infeksi

Pengontrolan dan pencegahan infeksi dengan menggunakan pendekatan managemen resiko sangat perlu untuk meminimalkan resiko penularan penyakit infeksi.
Prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati harus ditekankan dilakukan dengan kesadaran tinggi bagi anggota keluarga dan petugas medis yang bersinggungan dengan penderita penyakit infeksi.
Beberapa tindakan standar dibawah ini harus selalu dilakukan untuk memperkecil resiko tertular penyakit infeksi al:

  • Mencuci dengan sabun/antiseptik dan mengeringkannya tangan sebelum dan sesudah bertemu pasien,
  • Mengenakan pakaian pelindung, sarung tangan karet dan masker ketika mengunjungi/bezuk pasien,
  • Mensterilkan semua peralatan medis yang sebelum dan sesudah digunakan,
  • Selalu menggunakan jarum suntik, jarum infus, jarum donor yang baru dan steril,
  • Mengolah, memperlakukan sampah medis sebelum dibuang ketempat khusus yang disediakan,
  • Menjaga kebersihan makanan dan minuman,
  • Meningkatkan stamina dengan suplemen bila diperlukan,

Pencegahan Khusus Terhadap Penanganan Penyakit Infeksi

Pencegahan dan penganan khusus diperlukan untuk mencegah tertular dari penyakit infeksi tesebut. Pengetahuan mengenai cara penularan penyakit infeksi dan kemudian melengkapi diri dengan peralatan khusus diharapkan akan menurunkan resiko dari kemungkinan tertular al sbb:

  1. Penularan lewat udara contoh TBC, Cacar dan Campak,
  2. Penularan lewat droplet sekresi contoh rubela, pertusis, influenza,
  3. Penularan lewat kontak kulit Contoh MRSA,
  4. Penularan lewat kontak feses dan urin untuk hampir semua penyakit infeksi pencernaan,
  5.  Penularan lewat cairan tubuh dan darah contoh hepatitis C dan HIV/AIDS
  6. Kombinasi dari media penularan di atas untuk beberapa jenis penyakit infeksi.
Hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan penderita penyakit infeksi dilakukan dengan mengkhususkan beberapa hal dibawah ini:

  • Mengkususkan satu ruangan untuk satu pasien, meliputi ruang perawatan dan kamar mandi / toilet sementara penunggu menggunakan kamar mandi dan toilet yang lain.
  • Mengkhususkan peralatan makan dan minum pasien,
  • Mengkhususkan pembuangan limbah makan, urin dan toilet sehingga tidak meresap dan mencemari lingkungan,
  • Mengkususkan staf medis dengan pemberian vaksin yang berhubungan dengan penyakit pasien sehingga menjadi lebih kebal terhadap penyakit yang sedang ditangani.
  • Mengkhususkan sistem ventilasi dan usahakan ruangan yang tertutup rapat dengan pemberian AC tersendiri yang rutin disterilisasi secara berkala.
  • Memberikan istirahat yang cukup pagi penderita sambil meningkatkan asupan gizi dan obat peningkat stamina serta imunitas tubuhnya serta mengatur dan mengurangi jumlah pembezuk.
  • Menyiapkan pakaian khusus dan alat bantu pelindung bagi petugas yang terlibat intens dalam perawatan penderita.

TUBERCULOSIS (TB) PARU



TUBERCULOSIS (TB) PARU

Tuberculosis Paru atau biasa disebut TB Paru adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman atau baksil yang disebut mycobacterium tuberculosis. Mycobacterium Tuberculosis berukuran sangat kecil berbentuk batang jika dilihat dengan mikroskop. Karena itu penyakit infeksi saluran nafas satu ini juga sering disebut penyakit tuberculosis (TBC).

Gejala TB Paru

  • Batuk disertai dengan dahak +/- selama 3 minggu
  • Dahak yang keluar kadang bercampur dengan darah
  • Sesak nafas disertai dengan rasa nyeri di dada,
  • Nafsu makan berkurang
  • Berat badan menurun atau menjadi kurus,
  • Demam lebih dari 1 bulan,
  • Berkeringat di malam hari, meski tidak melakukan aktivitas fisik

Diagnosa TBC

  • Diagnosa TBC ditegakkan dengan pemeriksaan awal berupa pemeriksaan dahak di laboratorium untuk mengetahui adanya kuman atau baksil.
  • Perlu dilakukan pemeriksaan ulang dahak paling sedikit 3 x saat pengobatan dan sebelum pengobatan berakhir.
  • Pemeriksaan foto thorax
  • Tes mantoux bila diperlukan
  • Jika pada pemeriksaan tersebut dinyatakan positif TBC maka perlu segera dilakukan langkah pengobatan pada penderita dan diperlukan juga pemeriksaan orang dalam satu keluarga untuk mengantisipasi resiko tertular.
Saat ini TBC sudah dinyatakan dapat disembuhkan dan telah terbukti jika penderita patuh minum obat yang diberikan oleh dokter dan petugas kesehatan.

Panduan Minum Obat pada TBC

  1. Obat diminum di depan PMO (Pengawas Minum Obat)
  2. Obat diminum setiap hari selama 2 bulan, dilanjutkan dengan diminum 3X 1 minggu selama 4 bulan.
  3. Obat harus diminum secara teratur dan lengkap sesuai waktu dan dosis yang ditentukan.
  4. Obat diminum sebelum makan pagi atau sebelum tidur.
  5. Jangan menghentikan minum obat tanpa anjuran dokter.
  6. Lama pengobatan biasanya berkisar antara 6 – 8 bulan.
  7. Setelah pengobatan secara teratur berjalan lima bulan pada bulan terakhir dilakukan 2 kali pemeriksaan ulang dahak. Apabila hasilnya semuanya menunjukkan BTA – maka penderita dinyatakan sembuh dari TBC.

Resiko ketidak patuhan dalam minum obat adalah sbb:

  • Penyakit akan lebih sukar diobati karena kemungkinan kuman akan resisten,
  • Kuman TBC akan tumbuh dan berkembang lebih banyak,
  • Biaya pengobatan akan lebih mahal karena diperlukan jenis obat yang lebih tinggi dosis dan jumlahnya,
  • Kemungkinan sembuh akan menjadi lebih sulit dan lama.

Pencegahan TBC

Budayakan kebiasaan hidup sehat dengan cara :
  • Tutuplah mulut dan hidung dengan saputangan atau tisu jika sedang batuk,
  • Jika batuk berdahak, tampung dalam pot berisi lisol 5% atau ditimbun dalam tanah,
  • Jangan meludah sembarangan,
  • Jika positif TBC lakukan pengobatan secara tertatur sampai dinyatakan sembuh,
  • Tidak merokok
  • Penderita sebaiknya ditempatkan dalam kamar  tersendiri khususnya pada 2 bulan pengobatan pertama,
  • Anggota keluarga penderita dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan,
  • Bagi bayi harus mendapat imunisasi BCG jika dites TBC