TUBERCULOSIS (TB) PARU



TUBERCULOSIS (TB) PARU

Tuberculosis Paru atau biasa disebut TB Paru adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh kuman atau baksil yang disebut mycobacterium tuberculosis. Mycobacterium Tuberculosis berukuran sangat kecil berbentuk batang jika dilihat dengan mikroskop. Karena itu penyakit infeksi saluran nafas satu ini juga sering disebut penyakit tuberculosis (TBC).

Gejala TB Paru

  • Batuk disertai dengan dahak +/- selama 3 minggu
  • Dahak yang keluar kadang bercampur dengan darah
  • Sesak nafas disertai dengan rasa nyeri di dada,
  • Nafsu makan berkurang
  • Berat badan menurun atau menjadi kurus,
  • Demam lebih dari 1 bulan,
  • Berkeringat di malam hari, meski tidak melakukan aktivitas fisik

Diagnosa TBC

  • Diagnosa TBC ditegakkan dengan pemeriksaan awal berupa pemeriksaan dahak di laboratorium untuk mengetahui adanya kuman atau baksil.
  • Perlu dilakukan pemeriksaan ulang dahak paling sedikit 3 x saat pengobatan dan sebelum pengobatan berakhir.
  • Pemeriksaan foto thorax
  • Tes mantoux bila diperlukan
  • Jika pada pemeriksaan tersebut dinyatakan positif TBC maka perlu segera dilakukan langkah pengobatan pada penderita dan diperlukan juga pemeriksaan orang dalam satu keluarga untuk mengantisipasi resiko tertular.
Saat ini TBC sudah dinyatakan dapat disembuhkan dan telah terbukti jika penderita patuh minum obat yang diberikan oleh dokter dan petugas kesehatan.

Panduan Minum Obat pada TBC

  1. Obat diminum di depan PMO (Pengawas Minum Obat)
  2. Obat diminum setiap hari selama 2 bulan, dilanjutkan dengan diminum 3X 1 minggu selama 4 bulan.
  3. Obat harus diminum secara teratur dan lengkap sesuai waktu dan dosis yang ditentukan.
  4. Obat diminum sebelum makan pagi atau sebelum tidur.
  5. Jangan menghentikan minum obat tanpa anjuran dokter.
  6. Lama pengobatan biasanya berkisar antara 6 – 8 bulan.
  7. Setelah pengobatan secara teratur berjalan lima bulan pada bulan terakhir dilakukan 2 kali pemeriksaan ulang dahak. Apabila hasilnya semuanya menunjukkan BTA – maka penderita dinyatakan sembuh dari TBC.

Resiko ketidak patuhan dalam minum obat adalah sbb:

  • Penyakit akan lebih sukar diobati karena kemungkinan kuman akan resisten,
  • Kuman TBC akan tumbuh dan berkembang lebih banyak,
  • Biaya pengobatan akan lebih mahal karena diperlukan jenis obat yang lebih tinggi dosis dan jumlahnya,
  • Kemungkinan sembuh akan menjadi lebih sulit dan lama.

Pencegahan TBC

Budayakan kebiasaan hidup sehat dengan cara :
  • Tutuplah mulut dan hidung dengan saputangan atau tisu jika sedang batuk,
  • Jika batuk berdahak, tampung dalam pot berisi lisol 5% atau ditimbun dalam tanah,
  • Jangan meludah sembarangan,
  • Jika positif TBC lakukan pengobatan secara tertatur sampai dinyatakan sembuh,
  • Tidak merokok
  • Penderita sebaiknya ditempatkan dalam kamar  tersendiri khususnya pada 2 bulan pengobatan pertama,
  • Anggota keluarga penderita dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan,
  • Bagi bayi harus mendapat imunisasi BCG jika dites TBC

Tidak ada komentar:

Posting Komentar